Juli 23, 2013

Kehidupan Shall,,,


Pengambilan Raport Kenaikan kelas XI

Shall, 16 tahun kurang 1 hari, cewek berjilbab yang suju (super judes kata Nanta), yang lagi galau karena pacarnya ga SMS 3 hari, dan cewek pendiam yang sekarang jadi cerewet (kata Fidin). Hari ini waktu yang paling ia tunggu. Pengambilan raport kenaikan kelasnya. Ia berharap semoga bisa masuk jurusan ipa. Tapi Allah menghendaki lain. Ia harus menjalani kehidupan remajanya di jurusan ips, jurusan yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya. Saat itu ia sangat rapuh. Ia butuh orang untuk meyakinkannya akan kenyataan yang ia dapatkan sekarang. Dhipra, sahabatnya di kelas X, cowok pendiam yang cool, yang secara tidak langsung ia idolakan, dan cowok pertama yang melihatnya menangis gara-gara 2 hal. Pertama, galau karena pacarnya ga SMS itu dan karena ia masuk jurusan ips. Yah,, cowok cool itu yang melihat cewek suju ini menangis. Sebenernya sih, ga boleh hukumnya. Namun apa daya, semua itu malah membuat si cewek suju lebih tenang. Dhipra juga ngomong kalo ia nyuruh Shall nangis aja sekarang. Shall bingung sama maksud Dhipra. Ternyata Dhipra ga pengen liat Shall nangis di hari ultah Shall. Di situ Shall ga peduli sama lingkungan sekitar. Ia hanya bisa menangis dan menangis. Malamnya, ia sudah sedikit tenang dan bisa menerima semua ini. Namun Arhan, pacarnya, masih saja tidak menghubunginya. Huh, dasar orang sibuk.


Ultah Shall

Tepat hari ini ia ulang tahun. 16 tahun sudah ia menikmati dunia ini. Shall masih mikir, kenapa Arhan ga SMS dia? Emang dia salah apa coba? Shall cuma bisa pasrah menerima semua ini. Hari ini ia ga boleh sedih. Ia pengen ga nangis di hari ultahnya. Hari itu banyak sekali orang yang mengingat ultahnya. Ada sekitar 15 SMS ucapan ultah dari teman-temannya. Namun tidak satupun dari Arhan. Sabar, Shall, dia sibuk mungkin. Arhan hanya mengucapkan selamat ultah lewat FB. Rasanya terlalu datar bagi Shall. Di hari itu juga, ia memutuskan untuk menjadikan Arhan temannya, bukan lagi pacarnya. Sebuah keputusan besar yang harus ia ambil, walaupun menyakitkan. Semua itu harus Shall ambil. Daripada ia harus menahan sakit terus-terusan.


Setahun kemudian,,,

Pengambilan Raport kenaikan kelas XII

Shall, masih sama seperti setahun yang lalu. Cewek suju berjilbab yang sekarang sudah menginjak usia 17 tahun kurang 2 hari. Bedanya, sekarang Shall sudah benar-benar move on dari Arhan. Dia telah menemukan pangeran yang selama ini ia cari. Dhipra, masih sama seperti setahun yang lalu. Cowok cool yang pendiam namun sekarang dia bukan hanya menjadi sahabat Shall, namun sudah menjadi pangeran Shall. Kini Dhipra lah yang menemani hari-hari Shall. Hari ini ia akan menerima raport kenaikan kelasnya. Hasil raport kali ini bisa dibilang sedikit mengecewakan, namun tak apa menurutnya. Ia masih mensyukuri hasil yang ia dapatkan tersebut. Seperti tahun kemarin, ia juga menangis kali ini. Bukan karena alasan yang sama untungnya. Di tahun ini, ia menangis karena salah satu teman dekatnya di kelas XI ada yang tidak naik kelas. Dan dia sangat terpukul mengetahui hal itu. Sinyo, cowok asli Bali yang sangat peduli terhadap lingkungan sekitarnya, apalagi dengan orang-orang yang ia percaya. Dialah cowok yang Shall maksud. Orang yang selama ini sering duduk bersama Shall. Mereka berdua terkenal sebagai pasangan duet yang selalu mewarnai hari-hari teman sekelasnya dengan lantunan lagu yang mereka nyanyikan. Selain itu, mereka juga terkenal sering tidur di kelas. Shall sangat terpukul menerima semua itu. Namun ia tetap tabah menerimanya. Ia senang saat Sinyo masih mau menjadi temannya. Terima kasih, Nyo. Satu yang perlu kau ingat, akulah sahabatmu, batin Shall.

Ultah Shall

17 tahun ya?? Ternyata sama saja rasanya, batin Shall. Hari ini usianya menginjak angka 17. Usia dimana ia akan mendapatkan SIM dan KTP. Entah kenapa, sejak malam menjelang ulang tahunnya, ia merasakan kebahagiaan yang entah dari mana datangnya. Malam itu ia tidak bisa tidur. Dan ia baru tidur jam 2 pagi. Keesokan harinya, ia bangun jam 7 dan memulai kesibukannya sebagai panitia sebuah acara di sekolahnya. Seharian penuh ia ditemani Dhipra. Sore hari, ia mendapatkan kejutan dari sahabat-sahabatnya. Seketika ia menangis terharu ketika kue ulang tahun yang mereka berikan, ia tiup lilinnya. Banyak harapan yang ia panjatkan saat lilin belum ditiup. Seketika, kebahagiaan ulang tahun ke 17 nya lengkap sudah. Dan hari itu menjadi hari ulang tahun terindah dalam hidupnya.


Nenekku, Inspirasiku


             Setelah dua tahun penantian panjangku, akhirnya tinggal seminggu lagi aku akan menghadapi Ujian Akhir Nasional yang akan menentukan nasibku. Seminggu yang lalu, Nenekku dari ayah datang ke rumah. Ternyata beliau berencana akan tinggal di rumahku untuk sementara. Pagi-pagi beliau telah sampai di rumahku dengan membawa dua tas besar yang beliau bawa dari rumah. Langsung saja aku membantu beliau membawakan tas-tas tersebut.
            Sesampainya di dalam rumah, aku langsung meninggalkan beliau di ruang tamu dan langsung menuju ke lantai atas. Sampai di atas, aku mengatur nafas terlebih dahulu sebelum melanjutkan niatku membereskan kamar yang akan dipakai Nenek. Mama terheran-heran melihatku membereskan kamarku sendiri dengan tergesa-gesa. Langsung saja Mama menanyakan hal itu padaku, “Kamu ngapain?”. “Ada Nenek di bawah. Mama sama Nenek, biar aku yang beresin kamar,” jawabku sambil menata bantal yang berserakan.
            Kusapu kamarku sampai terlihat lebih bersih. Setelah terlihat rapi oleh mataku, aku langsung ke bawah mengambil barang bawaan Nenek dan menaruhnya ke kamar. Melelahkan memang, tapi itu salah satu caraku menghormati Nenek. Alhamdulillahnya, aku ikhlas dan dengan senang hati mengerjakan hal itu.
             Kedua tas itu hanya kuletakkan di bawah tempat tidur dan aku langsung berlari lagi menuju ke bawah untuk membuatkan Nenek minuman. Setelah minumna itu berada di hadapan Nenek, aku langsung kembali lagi menuju atas untuk beristirahat. Aku rebahkan diri di tempat tidur dan langsung menonton TV untuk menghilangkan lelah. Tak sampai lima menit kemudian, aku sudah tertidur.

# # #

             Malam ini aku lalui seperti malam-malam kemarin. Belajar, belajar, dan hanya belajar yang aku lakukan. Seminggu lagi. Ya, seminggu lagi. Nasibku akan dientukan oleh hasil ujianku yang aku sendiri tak tahu berapa hasilnya. Semua orang pasti berharap yang terbaik, tapi hanya Allah SWT. yang tahu.
             Lima bulan terakhir, aku bersama kedua sahabatku melaksanakan puasa Senin-Kamis untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. dan agar do’a kami berupa lulus dengan nilai yang maksimal serta mendapatkan sekolah yang kami inginkan bisa tercapai. Pada awalnya, seorang temanku, Ifa mengajak sahabatku sekaligus sahabatnya, Anto untuk berpuasa. Sebenarnya Ifa berpuasa karena ingin membayar hutang puasanya pada bulan Ramadhan. Tapi Anto bersedia menemaninya. Hari itu, Ifa memberitahuku tentang hal itu. Mereka menawariku untuk bergabung. Tentu saja aku ingin bergabung dengan mereka. Mereka memberitahuku bahwa hari Kamis mereka akan berpuasa. Dan aku juga akan berpuasa pada hari itu.
             Sejak saat itu, kami bertiga rutin berpuasa Senin-Kamis. Sampai-sampai dua orang temanku, Moko dan Rahman juga berminat berpuasa seperti kami. Rasa senang langsung menyelimutiku saat aku tahu kedua temanku juga akan berpuasa bersama kami. Awalnya, kami berfikir itu hal yang cukup sulit untuk dilakukan anak remaja seusia kami. Tapi setelah mencobanya, aku pribadi merasa lebih dekat dengan Allah SWT. karena sebelumnya  belum pernah terlintas di benakku untuk berpuasa selain bulan Ramadhan. Tapi nyatanya aku merasa bersyukur, senang dan perasaan lainnya yang bercampur menjadi satu karena aku bisa melakukan hal itu. Subbhanallah, Maha Suci Allah.
             Tak terkecuali malam ini. Sebelum tidur aku berpesan pada Papa untuk membangunkanku sahur jam tiga. Selain sahur, aku juga melaksanakan sholat tahajud agar ibadahku semakin lengkap. Berhubung Nenek menginap di sini, aku harus berbagi tempat tidur dengan beliau. Karena tempat tidurku hanya dapat ditempati oleh satu orang, maka aku harus mengalah tidur di bawah beralaskan busa tipis.
             Tepat pukul tiga pagi, Papa membangunkanku. Aku masih memejamkan mata walau aku sudah dalam posisi duduk. Papa juga dalam keadaan yang sama. Hanya yang membedakan, Papa dalam keadaan berdiri sambil membangunkanku. Tak lama kemudian, aku sudah berjalan seperti zombie menuruni anak tangga.
             Setelah sampai di anak tangga terakhir, aku langsung menuju ke wastafel untuk mencuci muka. Tiba-tiba, aku sendiri bingung sedang apa. Tapi setelah aku sadar, aku baru teringat kalau aku ke bawah untuk makan sahur. Saat aku buka penutup nasinya, ternyata tak ada nasi di situ. Tak ada pilihan lain selain makan mie goreng.
            Aku langsung mengisi panci kecil dengan air dan merebusnya. Sambil menunggu air mendidih, aku mengambil dua bungkus mie goreng kesukaanku dan membukanya. Kucampur kecap, saos, minyak dan bumbu mie menjadi satu. Saat air mendidih, dua bungkus mie tadi aku masukkan. Lima menit kemudian, mie tadi telah masak dan aku tirisan. Lalu, aku tuang mie ke piring dan mencampurnya dengan bumbu tadi. Tak lupa, aku taburkan  bawang goreng ke atasnya. Aku makan mie goreng itu ditemani segelas air putih untuk menetralkannya.
           Lima belas menit kemudian, mie di piringku tadi telah menghilang dan berpindah ke perutku. Alhamdulillah, makan sahur telah selesai. Aku beristirahat terlebih dahulu dan melanjutkannya dengan sholat tahajud. Selesai berwudhu, aku melihat Nenekku bangun dan aku tak tahu apa yang akan beliau lakukan setelah ini. “Kamu sedang apa?” tanya Nenek. “Aku baru selesai makan sahur dan aku akan melaksanakan sholat tahajud setelah ini,” jawabku. Nenek hanya tersenyum dan meninggalkanku menuju kamar mandi.

# # #

            Sepulang sekolah, aku disambut Nenek di depan rumah. Aku langsung mencium tangannya dan mengajaknya masuk. Beliau langsung menuju ke atas saat aku sedang beristirahat di kursi tamu. Mama langsung menghampiriku dan bertanya tentang sekolahku. Aku menjawab pertanyaan sambil berkipas-kipas menghilangkan keringat yang membasahi seragam Osisku.
             Aku tak terlalu mendengarkan perkataan beliau. Tapi ada satu pernyataan yang membuatku ingin mendengar ulang pernyataan tersebut. “Kak, kamu tahu kalau Nenek bangga sama kamu?” Tanya Mama. Aku hanya bisa menggelengkan kepala karena aku tidak tahu-menahu akan hal itu. “Tadi Nenek bilang sama Mama, semalam dia lihat kamu sholat tahajud sama sahur, Nenek sampai nangis terharu. Dia senang lihat kamu bisa dan mau melakukan hal itu.”
            Mendengar hal itu, secara tidak langsung aku merasa bangga dan terharu mengetahui hal itu. Mungkin itu cuma hal kecil. Tapi bagiku itu sebuah dorongan semangat untuk ke depan yang lebih baik. Dalam artian, aku senang saat orang lain juga bangga atas hal yang aku lakukan dan itu membuat aku menjadi lebih semangat lagi melakukan hal tersebut. Sebenarnya, aku tidak percaya mendengar hal itu. Namun, aku yakin kalau Mama tidak bohong sama aku.
            Buktinya hari ini. Saat aku naik ke atas, Nenek memberiku sesuatu. Saat aku lihat, itu sebuah amplop dan aku yakin kalau itu berisi uang. Belum sempat aku buka, Nenek berpesan “Gunakan uang ini, untuk keperluan sekolah kamu.” Aku mengucapkan terima kasih dan langsung menuju ke kamar. Di sana aku membuka amplop tersebut. Ada empat lembar uang Rp 50.000 yang artinya berjumlah Rp 200.000.
             Aku kaget melihat uang sebanyak itu. Subbhanallah wal Hamdulillah. Aku sangat berterimakasih sekali bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Bukan hanya aku yang diberi, tapi adikku, Rafi juga mendapatkannya. Namun, saat aku tanya berapa jumlahnya, dia menjawab kalau dia mendapatkan uang Rp 50.000 sebanyak satu lembar. Aku tak berani memberitahunya kalau aku mendapatkan uang lebih dari dia. Aku takut dia marah pada Nenek.

# # #

           Belum tepat satu Minggu, Nenek meminta Mama mengantarnya pulang. Pagi itu, Papa baru saja pulang kerja. Jadi tidak mungkin Papa mengantar beliau pulang. Sebelumnya, Nenek sudah menyiapkan barang-barang bawaannya untuk dibawa pulang. Mama langsung bersiap-siap dan memanggil becak untuk mengantar Nenek dan Mama pulang ke rumah Nenek.
           Di rumah, aku bersiap-siap berangkat sekolah. Lalu aku berpamitan dengan Papa. Aku ke sekolah menaiki sepeda. Lima belas menit kemudian, au telah berada di parkiran sekolah. Hari ini, hari terakhirku masuk sekolah sebelum ujian. Senin besok aku harus sudah siap mental untuk menghadapi ujian yang akan menentukan nasibku selama tiga tahun di SMP.
           Kegiatan hari ini cukup menguras air mataku. Wali kelasku, Bu Diana mengajakku dan teman-teman untuk merenungkan semua hal yang telah kami lalui bersama selama tiga tahun ini. Beliau mengutarakan bahwa sebaiknya kita harus saling memaafkan sebelum kita menghadapi ujian agar beban kita berkurang. Beliau juga menambahkan banyak nasihat-nasihat yang membuatku langsung menangis terharu mendengarnya.
           Setelah kami merenungkan semua hal itu, aku langsung bangkit dan memeluk sahabatku untuk meminta maaf. Kami berdua menangis tersedu. Tak lama aku melepaskan pelukan tersebut dan memandang berkeliling. Ternyata, pemandangan di sekitarku sama dengan diriku tadi. Banyak sebagian temanku berpelukan dengan teman duduknya masing-masing. Hanya sebagian teman laki-lakiku yang berpelukan dengan teman sebangku mereka. Dilanjutkan dengan meminta maaf kepada guru kami serta teman-teman dari kelas lain.

# # #

            Malam senin pun telah tiba. Aku sudah mempersiapkan semuanya sejak tadi sore. Mulai dari buku catatan kelas VII sampai buku LKS kelas IX. Sejak siang, Mama sudah pergi menemani Nenek di rumah sakit. Beliau terkena komplikasi dalam dan masuk ke rumah sakit tadi siang. Hari ini aku memusatkan semua pikiranku untuk belajar Bahasa Indonesia karena besok mata pelajaran tersebut yang akan diujikan. Baru sekitar pukul 11 malam, aku bisa bernafas lega karena aku telah membaca dan memahami pelajaran tersebut.
            Paginya, aku siap menghadapi ujian yang menantiku. Sesampainya di sekolah, aku kembali membaca catatan-catatanku. Saat bel masuk berbunyi, aku sudah berada di dalam ruang ujian dan siap mengerjakan soal. Tak lupa, aku berdo’a kepada Allah SWT. agar ujianku lancar serta kubaca surat Al-Fatihah tujuh kali diiringi do’a belajar dan basmallah. Setiap kali aku mengalami kesulitan, aku berdo’a lagi. Baru setelah itu aku menjawab pertanyaan itu.
            Sepulang sekolah, aku tidur siang dan dilanjutkan mempersiapkan bahan belajar untuk esok. Seperti kemarin, Mama sekarang juga berada di rumah sakit menemani Nenek. Sebelum belajar, aku menyempatkan diri untuk menyapu dan menyiram tanaman. Kali ini, sejak sore aku mulai belajar karena matematika yang akan diujikan besok. Aku mulai dengan mengerjakan soal-soal latihan dan dilanjutkan dengan mencocokan jawabannya dengan kunci jawaban. Hasilnya lumayan memuaskan.
           Setalah sholat maghrib, aku mendapatkan berita yang sangat mengejutkan dari Papa. Nenek meninggal dunia. Saat itu juga, aku langsung lemas. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku tidak percaya akan hal ini. Tapi ini yang terjadi. Nenek meninggal saat aku butuh semangat dari semua keluargaku. Apalagi Nenekku. Orang yang menjadi inspirasiku.
            Di dalam hati aku menangis. Tapi mataku tak berani menitikkan air mata kesedihan itu. Aku tak mau dianggap lemah dihadapan Papaku. Beliau pasti tahu apa yang aku rasakan saat ini. Tapi aku mencoba untuk tegar dan pasrah. Saat itu juga, Papa langsung mengajakku ke rumah Nenek. Tapi mungkin memang ini hari burukku. Motor Papa susah untuk dinyalakan. Tapi Allah memberiku jalan. Adik Mamaku datang ke rumah dan langsung mengajakku ke rumah Nenek. Tak lupa aku membawa buku pelajaran untuk besok dan berniat untuk belajar di sana.
            Dengan suasana hati yang gundah, aku tetap mencoba untuk belajar. Tapi tak ada satupun yang masuk di kepalaku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ini sudah takdir Allah SWT. dan aku harus menerima itu. Di sana aku hanya melamun sendiri walau aku berada di tengah-tengah keluargaku yang sedang berduka.
Semua keluargaku merasa khawatir padaku dan juga dua saudaraku yang akan ujian esok hari. Beruntungnya, aku sudah belajar tadi siang. Aku menangis juga akhirnya. Sebenarnya hanya berupa isakan kecil. Namun itu telah mengurangi bebanku saat ini.
            Esoknya, aku mencoba menjadi diriku seperti yang biasa. Aku berangkat sekolah seperti biasa dan aku masih bisa tersenyum walau itu senyum tipis. Saat ujian berlangsung, aku terus berdo’a sambil mencoba fokus ke soal-soal yang ada dihadapanku. Waktu pulang pun datang. Aku langsung mengayuh sepedaku menuju rumah Nenek.
            Di sana, aku terlambat mengikuti acara pemakaman Nenek. Ada sebersit rasa kecewa di sana. Tapi, aku sudah mencoba ikhlas akan hal itu. “Di sini, aku akan selalu mendo’akanmu, Nenek”, kataku dalam hati. Aku ikhlas, Ya Allah.

# # #

           Empat hari sudah ujian aku lalui. Mulai hari ini, aku bebas. Bebas dari segala hal yang bersangkutan dengan sekolah. Inilah rasanya menjadi bebas. Tapi hanya satu yang belum terselesaikan. Kami semua masih menunggu pengumuman kelulusan kami. Nilai bagiku tidak terlalu penting. Yang terpenting adalah aku lulus.
            Hari ini datang juga. Hari dimana semua nasib kami akan berubah. Tepat pukul 2, kami sudah berkumpul di lapangan sekolah. Lapangan tersebut telah berubah menjadi tempat pertemuan yang indah. Kami penasaran sekali dengan hasil tersebut. Pukul 4 sore, Pak Kepala Sekolah menaiki podium untuk menyampaikan pengumuman tersebut. Kami semua dinyatakan lulus.
            Tibalah saatnya pengumuman kedua. Ini pengumuman tentang anak-anak yang mendapatkan nilai 10 dalam tiap mata pelajarannya. Satu per satu temanku dipanggil. Saat nama keempat disebutkan, aku langsung terpaku dan tidak dapat berkata apa-apa. Aku termasuk anak yang mendapatkan nilai 10 dalam mata pelajaran matematika. Itu sebuah prestasi tertinggi yang pernah aku raih.
            Aku langsung teringat malam itu. Malam dimana aku tidak bisa memusatkan pikiranku karena musibah tersebut. Aku tak tahu rencana ini. Tapi aku senang menerima hal itu. “Apa mungkin ini do’a dari engkau, nek?” batinku.

#Ini cuma cara saya buat mengungkapkan isi hati.
#Terima Kasih buat yang mau membacanya.

Mei 24, 2013

Lucky (Jazon Mraz feat. Colbie Caillat)


Do you hear me
你能听到吗
I'm talking to you
我在对你讲话
Across the water
越过水池
Across the deep blue ocean
越过深蓝色海洋
Under the open sky
在广阔的天空下
Oh my and baby I'm trying
我的宝贝,我正在尝试
Boy I hear you in my dreams
我在睡梦中听到你的声音
I feel your whisper across the sea
你的低吟越过海洋到达我的耳边
I keep you with me in my heart
我的心中一直在想念你
You make it easier when life gets hard
是你让枯燥的生活变得快乐
Lucky I'm in love with my best friend
我很幸运我爱上了我最好的朋友
Lucky to have been where I have been
幸运我所经历过的一切
Lucky to be coming home again
幸运又能回到家
Ohhhohhhohhhohhohhohhhohh
哦~~~~~~~~~~~~
They don't know how long it takes
他们不知道过了多久
Waiting for a love like this
等待这样的爱
Every time we say goodbye
每次我们说再见
I wish we had one more kiss
我都希望能再来一个吻
I wait for you, I promise you I will
我向你保证会等你,一定
Lucky I'm in love with my best friend
我很幸运我爱上了我最好的朋友
Lucky to have been where I have been
幸运我所经历过的一切
Lucky to be coming home again
幸运又能回到家
Lucky we're in love in every way
幸运我们相爱
Lucky to have stayed where we have stayed
幸运我们所停留的地方
Lucky to be coming home someday
幸运某天回到家
And so I'm sailing through the sea
我在大海上扬帆
To an island where we'll meet
去我们约定相见的一个海岛
You'll hear the music fill the air
你会听见那飘荡在空中的音乐
I'll put a flower in your hair
我会在你头上插上一朵花
Though the breezes through the trees
微风掠过树梢
Move so pretty, you're all I see
你在我眼中是如此可爱
As the world keeps spinning around
以至于整个世界都在旋转
You hold me right here right now
这一刻你紧紧抱住我
Lucky I'm in love with my best friend
我很幸运我爱上了我最好的朋友
Lucky to have been where I have been
幸运我所经历过的一切
Lucky to be coming home again
幸运又能回到家
Lucky we're in love in every way
幸运我们相爱
Lucky to have stayed where we have stayed
幸运我们所停留的地方
Lucky to be coming home someday
幸运某天回到家
Ohhhohhhohhhohhohhohhhohh
Ohhhohhhohhhohhohhohhhohhohhohhohh

Mei 01, 2013

Oogoe Daiyamondo - JKT48

Intro: A Bm Em A Bm Em A

D Bm
Berlari aku mengejar bus itu
G A
ku ingin ungkapkan kepada dirimu
G F# Bm Em
kabut dalam hatiku telah menghilang
A D
Dan ku melihat hal yang penting bagiku
F#m Bm
walaupun jawabannya begitu mudah tuk keluar
F#m Bm
tapi entah mengapa terlewatkan olehku
Em F#m
untukku menjadi diriku sendiri
G A E7
ku harus jujur, terhadap perasaanku

Reff:
Bb C
Ku suka, dirimu ku suka
Am Dm
ku berlari sekuat tenaga
Bb C
ku suka, selalu ku suka
Am Dm
ku teriak sebisa suaraku
Bb C
ku suka, dirimu ku suka
Am Dm
walau susah untukku bernapas
Gm A
tak akan ku sembunyikan
D#m D C
oogoe daiyamondo

A Bm Em A Bm Em A

D Bm
ketika kusadari sesuatu yang hilang
G A
hatiku pun resah tak bisa menahan
G F# Bm Em
sekarang juga yang bisa ku lakukan
A D
merubah perasaan ke dalam kata kata
F#m Bm
mengapa sejak tadi aku hanya menatap langit
F#m Bm
mataku berkaca kaca, berlinang tak terhenti
Em F#m
di tempat kita tinggal di dunia ini
A D
penuh dengan cinta, kepada seseorang

Reff 2 :
Bb C
Ku yakin, ohh ku yakin
Am Dm
janji tak lepas dirimu lagi
Bb C
Ku yakin, ohh ku yakin
Am Dm
akhirnya kita bisa bertemu
Bb C
ku yakin, ohh ku yakin
Am Dm
ku akan bahagiakan dirimu
Gm Am
ku ingin kau mendengarkan
Bb C
oogoe daiyamondo
Dm F Gm
Jika jika kamu ragu, takkan bisa memulai apapun
Dm F Gm
ungkapkan perasaanmu, jujurlah dari sekarang juga
E Dm
jika kau bersuara…
Am Am D
cahaya kan bersinar
C
Ku suka, dirimu ku suka
Am Dm
ku berlari sekuat tenaga
Bb C
ku suka, selalu ku suka
Am Dm
ku teriak sebisa suaraku
Bb C
ku suka, dirimu ku suka
Am Dm
sampaikan rasa sayangku ini
Bb C
ku suka, selalu ku suka
Am Dm ku
kuteriakkan ditengah angin
Bb Dm
ku suka, dirimu ku suka
Am Dm
walau susah untuk ku bernapas
Gm Am
tak akan ku sembunyikan
Bb F
oogoe daiyamondo
Bb
Katakanlah dengan berani
A
jika kau diam kan tetap sama
Bb
janganlah kau merasa malu
A
“Suka” itu kata paling hebat!
Bb
“Suka” itu kata paling hebat!
A
“Suka” itu kata paling hebat!
G Bb Am Bb C Dm Gm Dm Gm
ungkapkan perasaanmu, jujurlah dari sekarang juga

Makalah Bahasa Indonesia


KEUNIKAN GAYA PACARAN REMAJA JEPANG DIBANDING
GAYA PACARAN REMAJA INDONESIA





Makalah ini disusun sebagai pengganti nilai Mid semester II Bahasa Indonesia



Oleh
Shafrina Ully Zulkarnain
NIS 119864
                                      






SEKOLAH MENENGAH NEGERI ATAS 1 BATANG
TAHUN PELAJARAN 2012-2013


PRAKATA

Peneliti senantiasa mengucapkan rasa syukur atas  berkat rahmat Allah Swt. yang telah mempermudah peneliti dalam menyelesaikan makalah ini. Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa berkat kemurahan hati banyak pihak memungkinkan makalah ini bisa terwujud. Oleh karena itu, perkenankan peneliti mengucapkan terima kasih dengan iringan doa semoga kemurahan hati itu mendapat balasan yang lebih baik dari Allah Swt.
Ucapan terima kasih peneliti sampaikan kepada Adi Prasetyo, S. Pd. M.Pd yang telah membimbing, membantu, dan mengarahkan hingga makalah ini terwujud.
Seluruh keluarga yang tidak pernah lelah memberikan motivasi dan doa sehingga makalah ini dapat selesai. Peneliti  mengucapkan terima kasih.
Teman-teman senasib dan seperjuangan di SMA Negeri 1 Batang, Gilang, Alip, Shelma, Shahnaz yang selalu mendukung dan bekerja sama dalam suka duka mewarnai hari-hari belajar di sekolah. Widhi Prasetia Nugraha orang  yang tidak kenal lelah berdoa untukku.
Akhir kata, peneliti berharap semoga makalah ini bermanfaat kepada siapa saja yang membacanya.
Batang, April 2013

 Peneliti



KEUNIKAN GAYA PACARAN REMAJA JEPANG DIBANDING
GAYA PACARAN REMAJA INDONESIA

Shafrina Ully Zulkarnain


SARI


Gaya pacaran di berbagai negara itu berbeda-beda. Di Jepang misalnya, memiliki keunikan yang sangat berbeda dengan di Indonesia. Sebenarnya gaya pacaran itu sesuai individu masing-masing. Kita dapat menerapkan gaya pacaran darimana saja, asal pasangan kita juga mau. Tanpa ada pemaksaan diantara pasangan kekasih.

Kata kunci: pacaran, remaja jepang, indonesia, unik



PENDAHULUAN
            Pacaran adalah sebuah kata yang sering diartikan sebagai perilaku anak – anak remaja dalam menjalin sebuah hubungan yang dilandasi dengan perasaan suka satu sama lain. Menurut Wikipedia.com, pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga, 2002:807), pacar adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Berpacaran adalah bercintaan; (atau) berkasih-kasihan (dengan sang pacar). Memacari adalah mengencani; (atau) menjadikan dia sebagai pacar. Sementara kencan sendiri menurut kamus tersebut (lihat halaman 542) adalah berjanji untuk saling bertemu di suatu tempat dengan waktu yang telah ditetapkan bersama.
Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya. Dimulai dari proses pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya menjalani hubungan afeksi yang ekslusif. Pembedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Berdasarkan tradisi zaman kini, sebuah hubungan dikatakan pacaran jika telah menjalin hubungan cinta-kasih yang ditandai dengan adanya aktivitas-aktivitas seksual atau percumbuan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Di Jepang, gaya pacaran para remajanya memiliki keunikan tersendiri daripada gaya pacaran remaja pada umumnya di Indonesia. Ada beberapa hal yang bisa kita ambil sebagai sisi positif. Ada juga yang harus kita buang karena itu kurang sesuai. Semua itu tergantung individu masing-masing. Ini hanya gaya pacaran dari dua negara yang berbeda.
Pada saat momen penembakan (dalam bahasa jepang Kokuhaku) di Jepang, seorang pemuda biasanya akan mengajak teman perempuannya berjalan-jalan bersama teman-temannya. Dia akan mengungkapkan perasaannya terhadap perempuan tersebut setelah pulang dari jalan-jalan. Dia hanya akan mengatakan suka bukan cinta.
Di Indonesia, terdapat bermacam-macam cara dalam mengungkapkan perasaan. Cara paling mudahnya yaitu hanya melalui SMS. Biasanya itu dilakukan oleh pemuda yang tinggalnya berjauhan dari orang yang disukainya. Bisa saja mereka beda kota, provinsi, pulau, maupun negara. Pemuda tersebut akan mengirimkan SMS menggunakan kata-kata yang romantis. Sehingga si perempuan akan merasa terbang saat membacanya.
Ada juga yang mengungkapkannya melalui telepon. Si pemuda akan menelpon perempuan itu. Ia mengatakan kata-kata cinta yang akan membuat si perempuan terbang melayang. Hal ini lebih baik dilakukan daripada hanya lewat SMS saja. Karena telepon lebih mengeluarkan biaya.
Selain itu, pemuda yang gentleman akan mengungkapkan perasaannya langsung di hadapan si perempuan yang ia cintai. Pemuda yang melakukan hal tersebut, hanya butuh kata-kata yang simpel namun mengena. Tanpa perlu kata-kata yang panjang lebar. Akan lebih gentle lagi apabila ia melakukannya di depan banyak orang.
Ada hal unik lain ketika penembakan di Jepang. Di sini si gadis juga tidak akan segan-segan untuk menyatakan perasaannya. Hal ini sudah sangat wajar di sana. Jadi, kita sebagai gadis tidak selamanya harus menunggu. Kita juga dapat menembak si pemuda terlebih dahulu.
Anehnya, hal ini tidak berlaku di Indonesia. Si gadis tidak memiliki kemampuan untuk mengutarakan perasaannya terlebih dahulu. Dia hanya bisa menunggu. Ada beberapa alasan yang menyebabkan hal itu terjadi. Pertama karena dia merasa gengsi. Kedua, masih sangat jarang ditemukan jika ada gadis yang mengutarakan perasaannya terlebih dahulu.
Di Jepang pasangan pemuda-pemudi tidak pernah menggunakan kata aishiteru (cinta). Mereka hanya menggunakan kata daisuki (suka) kepada pasangannya. Kata aishiteru hanya digunakan oleh pasangan yang sudah memutuskan akan melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Jadi, remaja di sana hanya menggunakan kata daisuki terhadap pasangan mereka.
Penggunaan kata cinta sangat marak di Indonesia. Para pemuda biasanya merayu pacar mereka dengan kata “aku sangat mencintaimu”. Ada juga yang mengatakan “maukah engkau menjadi bidadari manisku yang selalu menemani dan mengisi hatiku?”. Lalu, ketika cintanya diterima, status hubungan pada jejaring sosialnya akan langsung berubah menjadi berpacaran.
Ketika baru saja menjadi pasangan, pemuda Jepang akan mengajak pacarnya untuk kencan pertama di sebuah restaurant mewah. Kalau kencan-kencan selanjutnya bisa dimana saja. Sedangkan di Indonesia, tergantung orangnya. Ada yang mungkin sama dengan di Jepang, ada juga yang hanya biasa-biasa saja. Tidak jarang yang merayakannya bersama teman-teman. Kebanyakan perempuan yang baik akan menerima hal itu.
Saat akan keluar bersama, si pemuda tidak akan menjemput pacarnya seperti di Indonesia. Mereka akan bertemu di stasiun kereta. Karena kebanyakan masyarakat di sana menggunakan kereta sebagai alat transportasi. Saat pulang pun, si pemuda hanya akan mengantar sampai di stasiun. Setelah itu meraka akan berpisah di sana. Si pemuda baru akan mengirim pesan setelah ia sampai di rumah.
Beda dengan di Indonesia. Di sini para pemuda akan menjemput pacarnya di rumah. Selain itu ada juga yang main sembunyi-sembunyi saat akan berkencan (backstreet). Mungkin mereka pacaran namun tidak direstui. Tidak jarang mereka menerapkan budaya remaja Jepang.
Urusan makan berdua, beda lagi. Kalau di Indonesia, si pemuda akan membayarkan makanan  pacarnya. Bisa dibilang, setiap kali mereka makan, wajib hukumnya untuk pemuda membayar makanan tersebut. Tak jarang si pemuda juga harus membayarkan apa saja yang pacarnya beli.
Asyiknya di Jepang, mereka mengenal istilah betsu betsu (bayar sendiri-sendiri). Mereka membayar sendiri-sendiri makanan yang mereka beli. Dalam artian, ketika mereka makan berdua, si pemuda tidak akan membayarkan makanan yang dibeli pacarnya. Kebiasaan itu bisa saja tidak sepenuhnya berlaku. Kita boleh saja membayarkan makanan yang dibeli pacar kita, namun suatu hari mereka akan bergiliran membayarkannya. Bisa dikatakan pacaran seperti ini sangat hemat.
Selain hal tadi, di Jepang mereka tidak akan mengenalkan pasangan ke orang tua. Hal itu hanya dilakukan jika mereka sudah benar-benar serius. Biasanya, pasangan yang sudah memutuskan akan menikah, baru akan mengenalkan pasangan kepada orang tua masing-masing. Semua itu sudah menjadi kebiasaan mereka sejak dahulu.
Sedangkan di Indonesia, si pemuda akan mendatangi rumah pacarnya. Di sana ia akan berbincang-bincang dengan orang tua si pacar. Hal itu dilakukan untuk mengakrabkan diri dengan orang tuanya. Cara itu juga untuk mencari simpati dari kedua orang tuanya agar mendapat restu. Itu semua dilakukan oleh pemuda yang bisa dibilang serius dengan hubungan mereka.
Di Jepang, para pemuda lebih sering menyatakan perasaannya dengan sebuah tindakan. Bukan kata-kata bualan saja. Hal itu mereka lakukan karena perbuatan lebih terlihat nyata daripada hanya kata-kata. Akan tetapi hal itu tidak berlaku di Indonesia. Sedikit sekali pemuda yang mengekspresikan cintanya melalui sebuah tindakan. Mereka lebih sering membual dengan kata-kata.
Remaja Jepang memiliki etika ketika berpacaran. Mereka akan menganggap remeh orang yang saat berpacaran namun masih menjaga virginity-nya. Jadi, mereka memiliki ketentuan ketika berpacaran mereka harus melakukan seks bebas dengan kekasihnya. Pergaulan remaja di Jepang dapat dikategorikan sebagai pergaulan yang sangat bebas, namun mereka masih menganut tradisi kuno Jepang yang dikenal cukup disiplin.
Sedangkan di Indonesia, masih beragam sekali etika ketika berpacaran. Banyak remaja yang masih memiliki sopan santun. Minimal mereka berpacaran secara sehat. Artinya tidak melakukan seks bebas. Namun tak jarang yang sudah  melenceng dari budaya timur.
            Di Jepang, para murid Sekolah Menengah Atas banyak dibatasi oleh peraturan orang tua dan sekolah mereka jika menyangkut soal pacaran. Ini wajar, tapi sebuah survei menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga dari siswi SMA sekarang diberi aturan ketat justru oleh pacar mereka sendiri. Sebuah organisasi nirlaba yang banyak menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga, Women Net Kobe, mewawancarai 2,600 perempuan dan 1,800 laki-laki siswa Sekolah Menengah Atas selama dua tahun terakhir ini dan menemukan bahwa banyak sekali hubungan asmara remaja yang ternyata melibatkan kekerasan, pemaksaan dan berbagai macam aturan.
Dalam survei itu, 33% pelajar perempuan mengatakan bahwa pacar-pacar mereka memberlakukan banyak larangan kepada mereka. Pelarangan ini termasuk pacar yang meminta mereka tidak pergi jalan dengan teman-teman lainnya, membatasi waktu mereka untuk bisa pergi keluar rumah dan menghapus nomor teman-teman dari ponsel mereka. Survei tersebut juga menemukan bahwa 27% dari siswa perempuan ternyata mengalami kekerasan psikologis seperti pelecehan verbal (intimidasi, ancaman, gertakan dan lain-lain). Selain itu, 15% mengalami kekerasan fisik dari pacar mereka, seperti ditampar atau dipukul.
Jika dilihat dari pengalaman puluhan tahun dari orang-orang sebelum kita, kalau hubungan tidak sehat seperti ini terus dilangsungkan sampai ke pernikahan, bisa dipastikan sang wanita-lah yang paling menderita selama menjalani kehidupan rumah tangga. Untuk para remaja perempuan, ini yang harus kalian ingat, Juru bicara Women Net Kobe, Mihiro Yanagihara berkata "Jika orang tua kalian memberikan peraturan ketat dalam berpacaran, itu karena mereka mau yang terbaik untuk kalian. Tapi kalau pacar kalian yang memberikan peraturan ketat dalam berpacaran, itu artinya mereka mau yang terbaik hanya untuk mereka sendiri."

PENUTUP
SIMPULAN
Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya. Dimulai dari proses pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya menjalani hubungan afeksi yang ekslusif. Pembedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Berdasarkan tradisi zaman kini, sebuah hubungan dikatakan pacaran jika telah menjalin hubungan cinta-kasih yang ditandai dengan adanya aktivitas-aktivitas seksual atau percumbuan.
Melihat perbedaan diatas, kita dapat mengambil contoh gaya berpacaran yang sesuai dengan kita. Gaya berpacaran yang berasal dari dua negara yang berbeda. Itu bisa kita sesuaikan dengan keadaan kita masing-masing.

SARAN
Pilihlah yang sesuai dengan kita, tanpa harus memikirkan darimana asal gaya berpacaran tersebut. Asal gaya pacaran tersebut dapat diterima pasangan kita. Misal saja kita nyaman dengan gaya pacaran betsu betsu (bayar sendiri-sendiri). Kita harus menyesuaikan hal itu dengan pasangan kita. Lebih baik lagi jika kita tidak memaksakan gaya pacaran tersebut terhadap pasangan kita.
 
DAFTAR PUSTAKA