April 10, 2017

20+, semester 6

      Semester terberat selama dia kuliah. Menghadapi makul-makul yang berhubungan langsung dengan skripsi dan ngajar, mendapat dosbing, wajib hitam putih waktu hari Jum’at, deadline tugas di hari Senin, jadi koor di acara prodi, ngerjain progja baru di ukm, sampai tuntutan kangen dari berbagai pihak yang berharap dia pulang kampung setiap weekend. Tapi dia tahu, semua itu akan terasa ringan apabila dihadapi bukan malah curhat gini apalagi ngeluh. Ditambah, dia agak keteteran mengatur keuangan beberapa bulan ini. Entah apa yang menjadi pengeluaran terbesarnya, yang pasti hampir tiap tengah bulan, jatah bulanannya sudah tidak mencukupi hingga akhir. Akhirnya, dia memilih menghemat dalam porsi yang hampir menyentuh kata “over”. Dimana tiap dua kali seminggu menjelang akhir bulan, dia terpaksa harus mengikuti pola anak kost akhir bulan untuk makan mie instan. Selama Papa-Mama gak tahu, mungkin hal itu aman dilakukan.
     
      Mari kita kupas satu persatu permasalahan Shall semester ini. Yang pertama, dia harus wajib pake banget ngehadepin makul yang punya hubungan langsung sama ngajar (microteaching, evabel, telkur) dan skripsi (sds). Empat makul yang menandakan kalo dia sudah siap enggak siap harus menjalani hidup di semester tertua yang masih aktif kuliah yang sekarang udah punya dua adek tingkat yang manggil “senpai”.
     
      Yang kedua, mendapat dosbing. Yang bagian ini, berkat do’a tiap kali puasa senin/kamis, dia mendapat dosbing sesuai do’a yang dia panjatkan. Dosbing satu itu koor prodinya yang sekarang, yang dulu pas Shall jadi ketua di organisasi prodi, beliau lah dosen pertama yang paling loveable banget. Beliau dosen pertama yang belum pernah mengajar Shall sebelumnya, tapi langsung bisa diajak kompromi selama Shall menjadi ketua. Sedangkan dosbing Shall yang kedua itu dosen pengampu makul SDS (seminar desain skripsi) Shall, dimana beliau adalah dosen cowok yang pastinya simple, punya gagasan unik, susah banget buat bisa ngebales argumen beliau namun beliau sangat humoris.

      Yang ketiga, wajib hitam putih tiap Jum’at. Ini memang tuntutan dia mau jadi sensei, ya dia harus siap pakai hitam putih plus pantofel untuk mengikuti kuliah microteaching. Jadi dia disiapkan menjadi sensei untuk mulai mengajar di semester 7. Hal yang sudah ditunggu semenjak dia memilih kuliah di tempat itu. Padahal waktu masih menjadi kouhai, dia sering sekali menertawakan senpaitachi yang dulu microteaching, akibatnya giliran dia mendapatkannya juga karena dia terlihat aneh mengenakan pakaian tersebut ditambah pantofel nya.

       Yang keempat, deadline tugas di hari Senin. Paling ngenest diantara hal yang harus dia hadapi selama semester 6. Ada sekitar 4 makul yang dengan pastinya ngasih deadline tugas di hari Senin. Sakubun dengan karangan yang punya tema aneh-aneh, SDS dengan perkembangan nasib proposal skripsi, Dokkai dengan ringkasan bacaan yang sudah dibaca sebelumnya dan Bunpo dimana dia harus mengerjakan materi yang baru akan diajarkan minggu berikutnya. Mungkin ini yang sering disebut Monday haters. FYI aja, Monday dalam penulisan bahasa Jepang, Mondai itu artinya masalah. Mungkin itulah kenapa banyak orang kurang menyukai hari Senin.

       Yang kelima, jadi koor di acara prodi. Dia mendapat amanah menjadi koor keamanan di acara tahunan prodinya. Seneng enggak seneng sih sebenernya. Senengnya, tugas di seksi tersebut tidak terlalu banyak dan cukup mudah. Namun, dia berharap tidak di seksi tersebut. Dia tipe orang yang suka mengerjakan tugas yang berhubungan dengan ketelitian bukan tentang penjagaan atau sejenisnya. Tapi apa daya, keputusan bersama sudah diambil, tinggal menikmati saja sebenernya. Untungnya, dia mendapatkan anggota yang bisa diandalkan.

       Yang ke enam, ngerjain progja baru di ukm yang amat menyita waktu. Progja ini cukup berat dikarenakan harus membuat teks iklan, record dan editing. Walaupun itu sudah dibantu banyak orang, sampai batas pengumpulan, masih saja belum selesai. Mungkin karena baru dan jumlahnya cukup banyak, hal ini yang membuat Shall dan teman-teman se divisinya hampir tiap malam terpapar sinar yang dihasilkan oleh monitor dan udara dingin AC. Tiap malam dalam kurun waktu hampir satu bulan ini, hanya itu yang bisa dilakukan mereka. Alhasil, deadline lewat, tapi masih banyak yang belum acc.

       Yang ketujuh, tuntutan kangen dari berbagai pihak yang berharap dia pulang kampung setiap weekend. Ini yang bikin galau to the max. Pulang, kok males nempuh perjalanan 2 jam, kagak pulang, kok hari liburnya banyak, duit nipis pula. Sekalinya pulang, kerjaan rumah (nyuci baju maupun piring), numpuk dan dilimpahin ke dia semua, terus malah kerjaan kuliah a.k.a tugas gak kesentuh sama sekali kalo misal harus pulang.
Yang terakhir, yang paling bikin makin nyesek, hape, alat komunikasi paling penting saat ini, awalnya touchsreen nya gak mau peka, terus keadaan terakhirnya tuh hape mleker or retak dibagian pojok kanan atasnya. Kayak patah hati gitu rasanya. Jadi, yang mau nyari Shall, harus banget sms.


       Dari penjabaran diatas, sudah dipastikan kalo Shall benar-benar dalam keadaan “stress”, so, dia butuh banget moodbooster yang pasti bisa bikin mood dia stabil. Ayo, yang ngerasa bisa jadi moodbooster Shall, silahkan merapat J

Maret 27, 2017

MIDNIGHT SAKUBUN

Ini sakubun (karangan Jepang) yang aku buat pas tengah malem. Gegara seharian ngurus acara di prodi, siangnya ke ukm, sorenya main ke pantai. Alhasil, tepar tak berdaya set 8 malam. Tidur dan berharap bangun pukul 12 malam, ternyata baru bangun satu jam kemudian. Tapi tak apa, ide cemerlang mengalir bersamaan dengan kabar gembira karena proposal skripsi tugas SDS ku diterima oleh sensei terbaikku yang dengan senang hati dan mau meluangkan waktu beliau yang sibuk untuk mengoreksi tugas tersebut. Dan inilah sakubun yang harus aku serahin besok, entah jam berapa aku lupa, yang penting udah jadi tinggal nulis ☺


仕事のやりがい


仕事を選ぶ際、私はやりがいよりも給料を選びます。今から、結婚まで、母になると、同じことを選びます。
私にとって、女性の仕事はお金を稼ぐことではなく、家族の世話をするからです。そこで、今、日本語教育プログラムで勉強しているので、大学を卒業した後、日本語の先生になることを選びます。
もう一つの理由は、とても幸せそうだからです。どこかで、給料の高い仕事をしている人がたくさんいますが、一度にいくつかのことを逃しました。 さらに、高額賃金の仕事は一般的にストレス・レベルも高いです
仕事が好きなので、それは通常、情熱に沿って仕事を取る利点です。 したがって、どれぐらい給料があっても、一生懸命働きます。 不足分はわずかな給料がありますが、たかい給料があるかもしれません。
以上の理由から、私は仕事を選ぶ際にはやりがいが大切だと思います。

Butuh arti??

Dalam hal memilih pekerjaan, saya memilih yang sesuai passion daripada yang sesuai gaji. Hal ini berlaku sekarang maupun nanti setelah saya menikah dan menjadi ibu.
Karena menurut saya, seorang wanita itu tugasnya bukan mencari uang tapi mengurus keluarga. Maka dari itu, saya memilih menjadi guru bahasa jepang setelah lulus kuliah karena saya sekarang kuliah di prodi pendidikan bahasa Jepang.
Alasan lain saya memilih pekerjaan sesuai passion, karena hal itu terlihat sangat membahagiakan. Di luar sana, banyak orang yang punya pekerjaan dengan gaji banyak, tapi mereka kehilangan beberapa hal sekaligus. Selain itu, pekerjaan dengan gaji tinggi biasanya memiliki tingkat stress yang tinggi juga. 
      Yang menjadi kelebihan mengambil pekerjaan sesuai passion itu biasanya karena kita suka dengan pekerjaan tersebut. makanya, seberapapun gaji nya, kita akan bisa bekerja lebih maksimal. Sedangkan kekurangan yang didapat, bisa jadi gajinya sedikit, tapi tidak memungkiri gajinya juga banyak.
      Karena alasan diatas, memilih pekerjaan sesuai passion itu saya pikir lebih penting.


Maret 10, 2017

2k16 : 20th

Yap, udah lewat tanggal 23 Juni nih, dan Shall bakal ceritain, apa aja sih yang terjadi di ultah Shall tahun ini. Oke, cerita berawal dari ....

Ultah Shall mirip kayak tahun lalu. Pas puasa. Tapi bedanya, baru tahun ini Shall gak dirumah. Dia harus puas dengan ultah yang harus terjadi ketika dia UAS. Oke, ultah ke 20 dia lewati dengan sedikit kesedihan. Tahun ini, sama. Mas Pras jadi orang pertama yang ngucapin ultahnya. Walaupun selisih waktu Indo-Jepang itu 2 jam, dia tetep nyempetin buat ngucapin pukul 00.03 WIB. Terharu bahagia, pasti. Obrolan mereka berlanjut dan berakhir ketika mas Pras harus istirahat sebelum melanjutkan baito nya.

Tepat pukul 02.30 WIB, sesaat setelah Shall memejamkan mata, Rizky dan Agna, kedua sahabat Shall, masuk ke kamar dan memberikan kejutan kecil. Mereka memberikan kue dari martabak manis (kebiasaan kalau salah satu dari mereka ulang tahun). Shall make a wish dan meniup lilin pertama di ultahnya tahun ini. Spesialnya, ini tahun pertama mereka berdua merayakan ultah Shall.

Sore hari, Shall bersama teman-teman sekelas ngadain Bubar (buka bareng). Shall sebenarnya sedikit tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sebelum menuju ke tempat Bubar, dia melihat salah seorang temannya membawa bungkusan yang isinya tart. Shall tahu hal itu, jelas. Tapi ia memilih pura-pura tidak tahu. Kejutan terjadi setelah semua anak selesai makan. Awalnya hanya ada lagu selamat ulang tahun. Lalu berlanjut dengan adanya tart dengan lilin angka 20. Sweet, tapi agak failed karena Shall sudah mengetahui sebelumnya. Make a wish, lalu tiup lilin. Potongan pertama Shall berikan kepada Atma, salah seorang teman sekelas sekaligus adik dari Mas Pras. Semua itu didasari karena ternyata kue tersebut pemberiannya dan Mas Pras.

Kejutan berlanjut dengan aksi gotong dan penceburan ke dalam kolam di dekat tempat tersebut. Shall ditarik dan digotong oleh beberapa temen cowoknya, lalu diceburkanlah dia ke kolam. Dangkal sih dangkal, tapi tetep aja namanya diceburin. Posisinya itu malam hari, dan Shall bener-bener kedinginan. Tapi okelah, sekali-sekali seumur hidup. So, big thanks gaess.

Sesampainya di kost, Shall mendapatkan sebuah panggilan dari Yosa, sahabatnya yang sekarang di Jakarta. Ia menyanyikan sebuah lagu melalui telepon dan memberikan do’a dan harapan yang berjibun kepada Shall. Tiba-tiba ia menanyakan sesuatu hal yang ganjil. Ternyata, ia mengirimkan sebuah kado kepada Shall, namun gara-gara kado tersebut belum juga datang di hari yang sudah ditentukan, dia memaki tidak jelas. Alhasil, kado yang diantar lewat jasa pengiriman baru sampai ke tangan Shall tanggal 28 Juni. Isi kadonya sungguh mengejutkan. Sebenarnya sebuah jam cantik, namun kalau boleh jujur, itu jam yang secara tidak langsung akan membuat si pemakai terjamin feminin. Gimana enggak, jam nya cewek banget, sedangkan Shall bukan orang yang seperti itu. Mungkin maksud dibalik jam tersebut adalah si Yosa ingin membuat sahabatnya “feminim” mendadak. Oke, big hug ya bro.

Kejutan tidak berhenti disitu. Keesokan hari, 24 Juni, pada malam harinya. Ia terpaksa harus “pasrah” ketika tahu beberapa teman UKM nya mengikatkan tali ke seluruh tubuhnya. Ia ditali pada bagian tangan dan kaki. Semuanya itu nyambung jadi satu dan dia tidak dapat bergerak untuk beberapa saat. Tak ketinggalan, ia juga dipakaikan helm, entah helm siapa, sampai mukanya tertutup. Dan tidak ketinggalan, ada salah seorang yang memfoto Shall dalam keadaan memalukan tersebut. Namun sayang, sesuai dugaan sebelumnya, Shall dapat meloloskan diri kurang dari 5 menit. Hahaha,, failed lagi??

Tapi ada hal bahagia selanjutnya. Ada 3 teman Shall yang dulunya teman satu SMA nya memberikan surprise yang berhasil. Mereka memberikan kue dari sushi. Unyu banget deh. Ada lilin angka 20 sama tulisan namanya di sushi tersebut. tapi selanjutnya, mereka memaksa Shall untuk membelikan es krim. Baiklah, mumpung Shall masih ulang tahun. So, sankyuu ciwi :3

Ada yang baru untuk tahun ini. Tahun kemaren kan cuman bareng Deli nih ultahnya, ternyata nemu satu lagi orang yang ultahnya bareng Shall. Vito, adek tingkat di UKM nya, cowok yang bisa banget baca karakter orang lewat tulisan tangan. Sial, gak jadi “MY DAY” (lagi) nih. Jadi, tahun depan, mereka bertiga akan merayakan ulang tahun bersama lagi dan akan seperti itu tiap tahunnya.

Selain Yosa, dia juga mendapatkan kado berupa pashmina cantik dari Tiwi, sahabatnya yang kuliah di kampus sebelah. Dia memberikannya di hari dimana mereka berdua telah kembali ke rumah. Awalnya, mereka ngabuburit bersama, lalu buka bareng, dan berakhir ketika Tiwi mengantarkan Shall pulang. Disana ia menerima kado tersebut. Pas dicoba, pashmina tersebut seketika membuat muka Shall adem, menurut dia sih.

Oh ya, balik lagi ke Mas Pras. Shall baru inget, dia sempet ngasih tahu Shall untuk mempersiapkan diri membawa baju ganti saat bertemu teman-temannya. Ternyata benar, Shall akan diceburin ke kolam, dan dia seharusnya benar-benar membawa baju ganti.

Satu lagi, buat semua orang yang udah inget, udah ngucapin, sankyuu so much. Yang mau ngasih kue, ngasih kado, ngasih ucapan, masih boleh kok. Yuk yang belum ngasih, kapan nih??



(still) Single-birthday-girl,


Shall Ulkaain

2k15 : 19th

Now, Shall is 19 years old, and this is her story.
今、Shall さんは十九歳です。これは彼女の物語です。

Masih inget kan sama Shall?? tiap tahun Shall selalu bikin catatan tentang gimana sih ultahnya tiap tahun. Tapi sayang sekali, saat Shall ultah ke 19, dia lupa. Entah apa alasannya, yang jelas dia lupa menulis catatan. Oke, mumpung Shall lagi enggak sibuk, Shall akan mengingat sedikit cerita tentang ultahnya tahun lalu.

Gak bakal berubah, Shall selalu menanti tanggal 23 Juni. Hari yang kalau kata dia “MY DAY”. 23 Juni 2015, punya cerita sendiri. Karena setiap tahun, selalu ada cerita, yang akan tertulis di sebuah catatan dan tak akan terlupakan.

Tokoh tahun ini adalah Deli Astina, cewek yang ketemu gede di UKM radio yang ternyata punya tanggal lahir yang sama tapi tetep Shall yang lebih tua dan gak ketinggalan, dia adalah sahabat Shall. Selanjutnya ada Amar Sinaga, temen UKM juga, yang kenal gara-gara pernah satu kelompok, cowok yang sok jaim banget kalo di depan umum dan kebalikannya kalo udah ngajakin Shall makan bareng. Dan yang terakhir ada Pras Wibowo, kakak tingkat yang pinternya gak ketulungan, yang sekarang lagi di Jepang, dan dia temen, sahabat, mas yang selalu Shall repotkan ketika dia belum ke Jepang, dan mungkin setelah dia kembali dari sana.

Jadi begini, waktu itu, beberapa hari menjelang ultah, kampus Shall sedang dalam masa minggu tenang karena akan menghadapi UAS semester 2. Selain itu, bertepatan dengan bulan ramadhan. Untuk pertama kalinya, dia merayakan ultah dalam keadaan puasa. Tepat pukul 00.00 hari Rabu, 23 Juni 2015, mas Pras sms.

Pras Wibowo
Happy Birthday shall
Semoga apa yg km inginkan tercapai yaa
Sukses selalu adik ku shall ({})

Gak butuh waktu lama untuk Shall terisak. Dia senang ketika ada orang yang mengingat ultah dia. Apalagi, dia pernah ingat kata-kata mas Pras, “sayangnya ultah kamu pas puasa dih dek. Coba kagak puasa, aku bawain kue deh ke rumah mu”. Sumpah ya, itu sweet mas. Dan makasih lho, udah jadi orang pertama yang ngebuat Shall nangis pas ultahnya.

Ucapan pun berdatangan dari sahabat-sahabat Shall yang lain. Dari sahabat Shall yang sekarang jadi polisi hits, dari sahabat Shall yang sibuknya nggak ketulungan di UNDIP, sampe yang di UGM juga tak lupa. Dan pastinya gak ketinggalan, Mama, Papa, dan adik Shall.

Yang biasanya ngadain pesta makan saat makan siang, berhubung waktu itu puasa, keluarga Shall memilih merayakannya di sebuah tempat makan sederhana pada waktu berbuka. Untuk ultah kali itu, Shall menginginkan kue ultah biasanya diganti dengan sewadah es krim. Tapi apa daya, Mama tetap memaksakan ultah kali ini dengan kue. Tapi tak apa, it’s nice.

Untuk kado, aku mendapatkan sesuai list yang aku minta. Sepatu dan kamus. Aneh? Iya sih, tapi itu barang yang menurut Shall waktu itu paling dia butuhkan. Entah bagaimana Papa waktu itu menerima alasan yang membuat beliau membelikan kedua barang itu. Sepatu, tahu sendirilah harganya berapa. Dan kamus, ini bukan kamus biasa, kamus yang bisa dikatakan “semua anak yang kuliah bahasa Jepang, wajib punya ini”, dan Shall bisa punya yang ori. Papa mau membelikan, katanya “kalau urusan pendidikan, harus yang terbaik”, it’s cute.

Oh ya, ngomong-ngomong tentang Deli, dia sempet ngepost foto di instagram nya, dan disana tertulis caption yang sweet menurut Shall. Foto yang dia upload itu ketika  waktu itu entah kapan, Deli mampir ke kost lama Shall, dan mendapati Shall sedang mengaji. Disamping foto itu, terdapat buku makul Shall, yang tahu sendiri lah tulisannya hanya bisa dibaca oleh “kaum” macam teman-teman se prodi Shall.

Itu kalau si Deli. Beda cerita dengan Amar. Kalau tadi mas Pras jadi pengemberi ucapan pertama, nih anak jadi pemberi ucapan terakhir. Dengan polosnya dia ngucapin kelewat hari. Pas saat sahur di tanggal 24 nya. Padahal, seharian pas ultah, dia orang yang chatting sama Shall. Isi ucapannya, okelah, bikin sebel tapi boleh juga di kalimat terakhir.

Amar Sinaga
Met sahur shall :D
Selamat ulang tahun ya buat shall J
Aku sengaja ngucapin paling belakang biar diinget (happy)

Oke, itu cerita Shall di tahun 2015. Bagaimana dengan tahun ini??
Coming soon ~


The-birthday-single-girl,

Shall Ulkaain

2k14 : 18th

Pengumuman Kelulusan

Tahun ini, Shall lulus. Bukan lagi jamannya ngambil raport kayak 2 tahun terakhir. Sabtu, 7 Juni 2014, Shall dinyatakan lulus bersama teman-teman se-angkatannya yang lulus 100%. Walaupun nilai yang didapatnya tidak seperti yang ia harapkan, tapi Shall tetap bersyukur, karena ia yakin ini nilai terbaik yang ia dapat dengan usahanya sendiri. Kelulusan ini, ia sudah tidak lagi ditemani pangerannya, Dhipra. Mereka berdua telah sepakat untuk berpisah pada pengambilan raport semester kemaren. Shall sempat mengalami masa-masa galau lagi setelah ia putus dari Dhipra. Kalo diingat-ingat, mereka putus saat hari terakhir classmeeting berlangsung. Hari dimana pengambilan raport semester 5 juga berlangsung.

Waktu itu, mereka berdua membahas masalah yang sedang mereka alami seminggu terakhir di tempat sepi. Mereka cukup serius dalam membahas masalah ini. Tak banyak orang yang tahu kalo mereka sedang dalam masalah serius. Seminggu ini, Dhipra agak berubah. Dia seperti orang asing bagi Shall. Shall sendiri tidak tahu apa yang membuat Dhipra berubah. Hingga pada akhirnya, dia mengetahui apa yang membuat Dhipra berubah setelah ia membaca status Dhipra di Facebook. Hari itu juga, Dhipra menjelaskan apa yang selama ini ia rasakan saat menjalani hubungan dengan Shall. Mengetahui fakta yang ada, Shall bingung dengan sikap yang akan ia ambil. Tetap menjalani hubungan dengan Dhipra tapi tahu Dhipra menyukai orang lain, atau meninggalkan Dhipra disaat hubungan mereka hampir menginjak bulan ke-9 dan disaat Shall sedang sayang-sayangnya sama Dhipra?? kedua pilihan itu sama-sama menyakitkan bagi Shall. Pada akhirnya, ia menyerahkan semua keputusan pada Dhipra. Ia memutuskan Shall untuk cewek yang sedang ia sukai saat itu. Nangis?? Shall masih bisa menahannya. Karena ia tidak ingin orang lain mengetahui apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka.

Setelah semuanya jelas, Shall pergi meninggalkan Dhipra. namun Dhipra mencoba mengejarnya dan menawarinya pulang. Tapi Shall menolak ajakan tersebut. ia memilih menghampiri teman-temannya daripada menerima ajakan cowok yang baru saja mematahkan hatinya. Didepan teman-temannya, Shall nampak ceria seperti biasanya. Ia sangat pintar menyembunyikan perasaan sakit hatinya di depan mereka. Saat di rumah, Shall meluapkan semua emosinya di kamar. Ia memilih tidur lebih awal. Tapi sebenarnya, itu alasan dia agar bisa menangis lebih lama. Esoknya, baru Shall memberitahu sahabat-sahabatnya tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Hari demi hari. Minggu demi minggu. Bulan demi bulan pun berganti. Kini Shall jauh lebih baik. Ia telah menata hatinya kembali. Memunguti puing-puing hatinya yang patah karena Dhipra. Shall sadar, saat ia terlalu mencintai seseorang, saat itu juga orang itu akan melukainya suatu hari nanti.

Cukup sebulan, ia sudah hampir bisa melupakan Dhipra karena luka hati yang Dhipra torehkan padanya. Namun, terlalu cepat juga untuk Shall jatuh cinta lagi. Beberapa bulan setelah ia putus dari Dhipra, ia sempat dekat dengan seorang cowok. Aga Ryant, cowok yang sudah lama ia kenal, namun beberapa waktu terakhir ini, mereka berhubungan lewat twitter. Awalnya Shall hanya menanggapi mention Aga sebagai candaan belaka, namun apa daya, hati kosong Shall membuatnya jatuh cinta sama cowok tersebut. beberapa waktu berselang, merekapun jadian. Dan tak lama juga, Shall patah hati lagi. Ia kembali mengalami sakit hati gara-gara Aga memilih meninggalkannya, dan hampir sama kasusnya dengan Dhipra, demi cewek yang ia sukai.

Ultah Shall

Kemalangan beruntun yang ia alami, membuat Shall tumbuh menjadi cewek yang jauh lebih tegar, jauh lebih dewasa, dan jauh lebih kuat dari sebelum-sebelumnya. Ia sadar, semua yang ia alami telah memberikan banyak pelajaran baginya. Dan ia sekarang tahu, apa itu cinta sebenarnya. Cinta disini itu cinta dengan lawan jenis. Bisa dibilang pacaran gitu. Bagi dia, love is B*llsh*t, hahaha

Kini ia jomblo, tapi gak ngenes kok. Soalnya, kalo mau pacaran, ya harus mau juga kalo putus. Jadi, hidup itu jangan mau manisnya doang, pahitnya juga dong. Dan Shall telah mengalami keduanya. Sekarang, ia hanya perlu kembali menata hati untuk cowok yang benar-benar bisa menjaga hatinya. Siapapun dia, ia percaya pasti akan datang suatu saat nanti.


Dan ketika ulang tahun ke 18 nya, Shall lebih fokus dengan pendidikannya sekarang. Ia meminta agar ia bisa mendapatkan kuliah yang ia inginkan, dan bisa ketemu jodoh yang benar-benar sayang sama dia. Karena ia kini memikiran hubungan yang lebih serius daripada sebelumnya. Maklumlah, Shall kini merasa dirinya jauh lebih dewasa. Aamiin J

2k13 : 17th

Pengambilan Raport kenaikan kelas XII

Shall, masih sama seperti setahun yang lalu. Cewek suju berjilbab yang sekarang sudah menginjak usia 17 tahun kurang 2 hari. Bedanya, sekarang Shall sudah benar-benar move on dari Arhan. Dia telah menemukan pangeran yang selama ini ia cari. Dhipra, masih sama seperti setahun yang lalu. Cowok cool yang pendiam namun sekarang dia bukan hanya menjadi sahabat Shall, namun sudah menjadi pangeran Shall. Kini Dhipra lah yang menemani hari-hari Shall. Hari ini ia akan menerima raport kenaikan kelasnya. Hasil raport kali ini bisa dibilang sedikit mengecewakan, namun tak apa menurutnya. Ia masih mensyukuri hasil yang ia dapatkan tersebut. Seperti tahun kemarin, ia juga menangis kali ini. Bukan karena alasan yang sama untungnya. Di tahun ini, ia menangis karena salah satu teman dekatnya di kelas XI ada yang tidak naik kelas. Dan dia sangat terpukul mengetahui hal itu. Sinyo, cowok asli Bali yang sangat peduli terhadap lingkungan sekitarnya, apalagi dengan orang-orang yang ia percaya. Dialah cowok yang Shall maksud. Orang yang selama ini sering duduk bersama Shall. Mereka berdua terkenal sebagai pasangan duet yang selalu mewarnai hari-hari teman sekelasnya dengan lantunan lagu yang mereka nyanyikan. Selain itu, mereka juga terkenal sering tidur di kelas. Shall sangat terpukul menerima semua itu. Namun ia tetap tabah menerimanya. Ia senang saat Sinyo masih mau menjadi temannya. Terima kasih, Nyo. Satu yang perlu kau ingat, akulah sahabatmu, batin Shall.

Ultah Shall

17 tahun ya?? Ternyata sama saja rasanya, batin Shall. Hari ini usianya menginjak angka 17. Usia dimana ia akan mendapatkan SIM dan KTP. Entah kenapa, sejak malam menjelang ulang tahunnya, ia merasakan kebahagiaan yang entah dari mana datangnya. Malam itu ia tidak bisa tidur. Dan ia baru tidur jam 2 pagi. Keesokan harinya, ia bangun jam 7 dan memulai kesibukannya sebagai panitia sebuah acara di sekolahnya. Seharian penuh ia ditemani Dhipra. Sore hari, ia mendapatkan kejutan dari sahabat-sahabatnya. Seketika ia menangis terharu ketika kue ulang tahun yang mereka berikan, ia tiup lilinnya. Banyak harapan yang ia panjatkan saat lilin belum ditiup. Seketika, kebahagiaan ulang tahun ke 17 nya lengkap sudah. Dan hari itu menjadi hari ulang tahun terindah dalam hidupnya.


2k12 : 16th

Pengambilan Raport Kenaikan kelas XI

Shall, 16 tahun kurang 1 hari, cewek berjilbab yang suju (super judes kata Nanta), yang lagi galau karena pacarnya ga SMS 3 hari, dan cewek pendiam yang sekarang jadi cerewet (kata Fidin). Hari ini waktu yang paling ia tunggu. Pengambilan raport kenaikan kelasnya. Ia berharap semoga bisa masuk jurusan ipa. Tapi Allah menghendaki lain. Ia harus menjalani kehidupan remajanya di jurusan ips, jurusan yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya. Saat itu ia sangat rapuh. Ia butuh orang untuk meyakinkannya akan kenyataan yang ia dapatkan sekarang. Dhipra, sahabatnya di kelas X, cowok pendiam yang cool, yang secara tidak langsung ia idolakan, dan cowok pertama yang melihatnya menangis gara-gara 2 hal. Pertama, galau karena pacarnya ga SMS itu dan karena ia masuk jurusan ips. Yah,, cowok cool itu yang melihat cewek suju ini menangis. Sebenernya sih, ga boleh hukumnya. Namun apa daya, semua itu malah membuat si cewek suju lebih tenang. Dhipra juga ngomong kalo ia nyuruh Shall nangis aja sekarang. Shall bingung sama maksud Dhipra. Ternyata Dhipra ga pengen liat Shall nangis di hari ultah Shall. Di situ Shall ga peduli sama lingkungan sekitar. Ia hanya bisa menangis dan menangis. Malamnya, ia sudah sedikit tenang dan bisa menerima semua ini. Namun Arhan, pacarnya, masih saja tidak menghubunginya. Huh, dasar orang sibuk.


Ultah Shall


Tepat hari ini ia ulang tahun. 16 tahun sudah ia menikmati dunia ini. Shall masih mikir, kenapa Arhan ga SMS dia? Emang dia salah apa coba? Shall cuma bisa pasrah menerima semua ini. Hari ini ia ga boleh sedih. Ia pengen ga nangis di hari ultahnya. Hari itu banyak sekali orang yang mengingat ultahnya. Ada sekitar 15 SMS ucapan ultah dari teman-temannya. Namun tidak satupun dari Arhan. Sabar, Shall, dia sibuk mungkin. Arhan hanya mengucapkan selamat ultah lewat FB. Rasanya terlalu datar bagi Shall. Di hari itu juga, ia memutuskan untuk menjadikan Arhan temannya, bukan lagi pacarnya. Sebuah keputusan besar yang harus ia ambil, walaupun menyakitkan. Semua itu harus Shall ambil. Daripada ia harus menahan sakit terus-terusan.